Jumat, 27 November 2009

Kesaktian Sultan Agung Mampu Menghilangkan Singgasana


Kerajaan-kerajaan zaman dulu di tanah air mempunyai ensiklopedia klenik yang menarik. Seperti kisah Sultan Agung dengan Ki Juru Taman, abdinya yang berwujud raksasa siluman. Karena kesaktiannya, Juru Taman selalu mendapat kepercayaan dari Sultan Agung untuk melaksanakan tugas-tugas yang penting dan berat. Tugas-tugas ini adalah tugas negara yang rahasia. Juru Taman itu dulunya abdi Kanjeng Panembahan Senapati, kakek Sultan Agung. Ketika terjadi peperangan di Pajang, Juru Taman berhasil membunuh sultan Pajang. Itulah sebabnya Panembahan Senapati sangat senang kepadanya. Sultan Agung menerima Juru Taman sebagai suatu wasiat yang diwariskan kakeknya almarhum.

SUATU ketika Sultan Agung bermaksud akan pergi ke Banten, jajahannya yang belum takluk. Ia ingin melihat dari dekat wilayah bakal medan perangnya ini. Karena itu, kepergiannya haruslah diam-diam, tidak diketahui orang. Sultan Agung memanggil Juru Taman dan bermaksud menggunakan kesaktian abdi setianya ini untuk tugas rahasia Itu. Setelah sembah hormat, dengan cekatan Juru Taman mengangkat singgasana lalu membumbungkannya ke angkasa, sementara Sultan Agung masih duduk di atasnya. Dengan masih bersinggasana ini, Sultan Agung melesat ke angkasa secepat kilat menuju kerajaan Banten.

Sungguh takjub Sultan Agung dengan kesaktian abdi gaibnya ini karena dalam waktu sekejap saja telah sampai ia di angkasa kerajaan Banten. Dari atas, Sultan Agung dapat dengan jelas melihat keadaan kerajaan di jauh sebelah barat Mataram ini, dengan tanpa diketahui oleh siapapun. Ketika itu di istana Banten sedang berlangsung pertunjukan wayang kulit dengan meriahnya. "Turunkan aku ke bawah, Ki Juru Taman," perintah Sultan Agung tiba-tiba. "Aku ingin melihat wayang Banten apakah sama dengan wayang Mataram," begitu titah raja yang agung ini.

Kemudian Sultan Agung diturunkan oleh Ki Juru Taman di pendapa istana itu. Sultan Agung masih tetap duduk di singgasananya. Sementara Juru Taman dengan wujud gaibnya berjaga demi keselamatan sang raja junjungannya.

Mendapati seorang priyayi yang hadir tiba-tiba di tengah pertunjukan wayang, orang-orang yang ada di pendapa itu terkejut dibuatnya. Mereka heran bagaimana cara datangnya priyayi ini. Apalagi kedatangannya disertai bau harum bagai wangi gunung bunga. Dan yang lebih mengherankan lagi, priyayi ini masih duduk di singgasananya dengan segala kebesaran seorang raja.

Serta merta yang hadir menundukkan muka kena pengaruh wibawa dari wajah Sultan Agung yang bersinar bak rembulan. Raja Banten pun datang dengan sikap sangat hormat dan serta merta menyatakan baktinya. Sultan Agung menaklukan kerajaan Banten tanpa peperangan.

Karena merasa rajanya akan aman di tempat itu, Juru Taman pergi menemui teman-temannya, bangsa siluman di negeri Banten. Sepeninggal Juru Taman, Sultan Agung berpamitan kepada raja Banten. Segera Sultan Agung turun dari singgasananya dan memangil Juru Taman. Yang dipanggil tentu saja tidak datang karena memang sudah tidak ada di tempat itu. Sultan Agung merasa khawatir, sudah ia putari pendapa itu tapi tetap tidak dapat ia temukan abdinya.

Sesudah menemui teman-temannya, Juru Taman segera kembali ke pendapa. Juru Taman terkejut melihat junjungannya tidak berada di tempatnya lagi, kecuali tinggal singgasananya saja. Ia mengira Sultan Agung telah kembali ke Mataram seorang diri dengan cepat. Segera saja Juru Taman menyusul rajanya ke Mataram dengan menjunjung singgasana itu.

Melihat singgasana Sultan Agung yang tiba-tiba hilang lenyap dalam tempo sekejap mata, sultan Banten beserta rakyatnya melongo. Tidak habis rasa heran mereka bagaimana seorang raja yang mampu datang secara tiba-tiba, masih dengan singgasananya pula, dan ketika pulang singgasannya bisa hilang pula dalam sekejap.(*)

Rahasia Hubungan Seks Tahan Lama & Luar Biasa


AGAR hubungan intim dapat berlangsung lama, ada beberapa faktor yang harus diketahui. Menurut Dr Anita Gunawan MS SpAnd, androlog dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), terdapat teknik yang dapat dilakukan agar kegiatan bercinta Anda lama dan luar biasa.

"Agar dapat melakukan hubungan intim yang lama, faktor utama yang harus diketahui ialah komunikasi yang baik. Dengan demikian, empat tahapan proses seksual yaitu gairah, fase rangsangan, bagaimana rangsangannya maksimal hingga mencapai orgasme, dan resolusi dapat dilalui dengan baik. Selain itu, cara perangsangannya pun harus maksimal dan jangan penetrasi terus menerus," kata Anita.

Cara perangsangan yang baik, sambungnya, menjadi faktor penting yang harus dilakukan. Pada fase ini, pasangan benar-benar harus melakukannya secara optimal. Namun, peranan kedua pihak harus sama-sama aktif dengan cara saling membantu mengarahkan di mana daerah-daerah rangsangnya, sehingga hubungan tersebut tercapai secara maksimal. Disitulah komunikasi berperan aktif.

Adapun cara merangsangnya, menurut Anita, dapat dilakukan dengan meraba, membelai, merayu, dan mencium. Bahkan, tak ada salahnya bila langsung merangsang daerah klitoris. Karena umumnya pada sebagian besar wanita membutuhkan sentuhan langsung untuk mencapai orgasme.

Nah, untuk memperlama datangnya orgasme, sebenarnya dapat ditahan dengan cara pembelajaran atau memikirkan sesuatu yang bisa mengendalikannya. Menurut Anita, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan.

"Melatih otot-otot panggul dengan senam kegel dapat meningkatkan orgasme Anda. Teknik kegel ini bukan hanya diperuntukkan bagi wanita, pria pun dapat melakukan exercise tersebut. Sebab teknik kegel dapat menguatkan otot-otot pinggul yang akan digunakan pada waktu melakukan hubungan seksual," terang almamater Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang itu.

Dengan rajin melatih otot-otot tersebut secara rutin akan memperpanjang waktu bercinta Anda dan semakin membuat hubungan saat klimaks terasa lebih hebat. "Otot-otot PC dapat membantu Anda memberi kekuatan saat orgasme," papar wanita yang menyelesaikan program Master di bidang Andrologi Universitas Airlangga, Surabaya itu.

Hal itu dapat dirasakan karena pada waktu melakukan hubungan seksual otot-otot pinggul dapat bertahan, sehingga bagi pria dapat mencegah keluarnya sperma di waktu yang tidak diinginkan. Sementara bagi wanita, rajin latihan kegel akan membuat otot-otot di sekitar vagina dapat menjepit Mr P dengan sempurna.

Tak hanya latihan kegel saja, lanjut wanita ramah ini, melakukan exercise dengan aktivitas fisik dapat membantu kegiatan seks yang hebat. Pria dan wanita yang beraktivitas fisik secara rutin akan menimbulkan rasa pede (percaya diri) yang lebih besar, bahkan tidak menutup kemungkinan akan memiliki kemampuan untuk merasakan kepuasan seksual yang lebih mendalam.

"Aktivitas fisik secara alami akan mendorong aliran darah lancar, termasuk ke organ kemaluan. Aktivitas tersebut tidak hanya terbatas dengan berolahraga, jalan kaki selama 45 menit secara rutin sudah termasuk jenis aktivitas fisik," tukasnya.(*)

Tips Kalau Anda Mau Percaya Diri


1. Sadarilah sejak awal bahwa kata percaya diri itu berarti Anda yang percaya kepada diri Anda. Percaya diri tak berarti percaya pada sebuah benda, sebuah logo, atau sebuah merek, tetapi Anda titik. Jadi, kalau percaya diri yang mau ditingkatkan, yang harus naik kelas itu Anda, yang ditingkatkan itu Anda, bukan benda-benda mati, mahal nan mewah itu. Itu namanya bukan percaya diri, tetapi percaya benda mati.

2. Mau menambah percaya diri tak bisa hanya bermodalkan keadaan lahiriah semata. Apalagi kalau lahiriahnya seperti saya. Kepala Anda juga mesti diisi dengan berbagai macam pengetahuan dan informasi. Kalaupun Anda bisa nyerocos dalam tujuh bahasa—di luar bahasa daerah—tetapi apa yang Anda bicarakan hanya berkisar berlian dan membedah isi majalah People, sebaiknya Anda tak usah bangga dahulu.

3. Bergaul. Bersosialisasilah seluas-luasnya, bukan sebanyak-banyaknya. Luas itu artinya Anda bergaul di berbagai macam kalangan, tanpa punya prasangka dan batasan apa pun. Semua kalangan memiliki keunikannya sendiri. Anda akan menjadi manusia yang lebih terbuka dengan mencoba menyelami aneka rupa kalangan ini. Tak perlu banyak-banyak yang Anda kenal, nanti malah jadi arisan.

4. Jangan biasakan bersembunyi di balik orang lain untuk menjadi percaya diri. Kalau Anda memang hanya kenal adiknya Titi DJ, bilang saja, ”Oh gue kenal tuh sama Samuel.” Tak perlu mengatakan, ”Oh gue kenal sama adiknya Titi DJ.” Yang Anda kenal Samuel, adiknya Titi DJ. Anda tak kenal Titi DJ, bukan? Jadi jangan membuat orang berasumsi Anda kenal dengan Titi DJ seolah-olah pergaulan Anda begitu hebatnya.

Atau suatu hari teman Anda mengajak pergi dan kebetulan dia mengenal Dian Sastro dan mengajaknya pergi bersama. Ketika ditanya apa yang Anda lakukan kemarin, Anda bilang saja pergi ke Ancol. Tak perlu mengatakan, ”Kemarin gue sama Dian Sastro ke Ancol.” Yang kenal Dian dan mengajaknya pergi itu teman Anda dan bukan Anda. Oke?

5. Biasakan menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan tak perlu petantang-petenteng. Percaya diri itu bukan artinya Anda membeberkan kehebatan pribadi Anda. Ingat akan pepatah yang mengatakan, padi yang makin berisi itu makin merunduk.*

Kamis, 26 November 2009

Kiamat Dunia : Tinjauan Filosofis Musnahnya Peradaban Manusia



Peradaban manusia di atas dunia pernah musnah oleh karena "kiamat", berbagai macam bencana, termasuk gempa bumi, banjir, benda angkasa dari luar (termasuk benturan meteor dan komet), timbul tenggelamnya lempeng daratan, perubahan iklim yang mendadak dan sebagainya. Bencana dahsyat telah melenyapkan peradaban dan sejumlah besar makhluk hidup menjadi punah waktu itu, hanya menyisakan sangat sedikit peninggalan sejarah yang masih ada. Manusia-manusia prasejarah yang berbeda dan peradaban yang dimiliki akhirnya telah lenyap dari atas bumi. Peradaban tersebut mengapa tersingkirkan? Kita dapat menemukan beberapa petunjuk melalui gejala sosial dan dalam uraian orang-orang mahabijak.

Bencana alam dan penyakit dalam skala besar merupakan sebab-musabab langsung yang mengakibatkan musnahnya peradaban manusia prasejarah, namun mengapa bisa timbul penyakit dan bencana alam yang mematikan secara besar-besaran? Pemahaman yang ada sekarang dari orang-orang tidak dapat menjelaskannya, dan mau tidak mau mereka dikembalikan sebagai gejala alam. Gejala alam merupakan kesimpulan pasif yang diambil orang-orang terhadap perubahan geologis dan astronomis yang tidak dapat dijelaskan. Dipandang dari arti tertentu, ini merupakan suatu purbasangka yang terpaksa.

Demi prakiraan dan mencegah berbagai macam bencana, manusia sekarang (juga manusia prasejarah dulu) telah melakukan penelitian jangka panjang terhadap berbagai macam bencana, mengemukakan beberapa teori, namun kebanyakan ditekankan pada prakiraan bencana dan sisi perlawanannya, menciptakan serangkaian peralatan dan berbagai cara, misalnya ramalan angin topan, memantau gunung berapi, banjir dan sebagainya. Dalam menghadapi bencana alam, orang-orang juga telah menggunakan berbagai macam cara, misalnya membangun apartemen antigempa, mengontrol tanggul, waduk, memperbaiki sungai, fasilitas pertolongan bencana darurat dan lain-lain. Kebijakan-kebijakan yang sebagian besar tergolong pasif ini memiliki efektivitas yang pasti terhadap bencana kecil, dapat mengurangi korban jiwa. Namun, dalam skala yang lebih besar, di hadapan bencana yang menghancurkan, misalnya mendadak daratan menurun, banjir dahsyat yang menenggelamkan, benturan benda angkasa luar, perubahan iklim yang mendadak, dan kekuatan manusia tampaknya sangat lemah, sulit untuk menghindar, hanya bisa menerima apa adanya.

Demi untuk mengobati penyakit, manusia telah mengembangkan sejumlah besar cara dan instrumen kedokteran yang kelihatannya canggih. Namun, manusia sekarang semuanya harus mengakui, bahwa semua cara pengobatan ada keterbatasannya. Lagi pula penyakit yang baru muncul dengan tiada henti membuat manusia sulit untuk mengatasinya. Di hadapan wabah penyakit menular yang muncul mendadak secara luas, sama sekali tidak berdaya. Tidak bisa membuat obat yang manjur untuk mengatasinya.

Sebenarnya, apakah sebab-musabab pokok yang mengakibatkan munculnya malapetaka?

Pertama, dari pemahaman tingkat rendah, orang-orang telah mengetahui bahwa segala perkembangan hal ihwal memiliki periode dan hukumnya. Manusia ada lahir, tua, sakit, dan mati: Perkembangan masyarakat ada periodenya, perkembangan umat manusia kemungkinan juga: Hal yang sama, berarti peradaban manusia kemungkinan juga bisa mengalami perkembangan sampai peradaban tertinggi, bertahan, rusak hingga lenyap dalam sebuah proses berkala yang berputar berulang-ulang.

Kedua, kini orang-orang telah mengetahui, bahwa manusia kelewat batas menuntut pada alam sehingga mencemari bumi, mengakibatkan lingkungan hidup manusia menjadi buruk. Mengeksploitasi terlalu banyak air bawah tanah bisa mengakibatkan permukaan bumi tenggelam, menebang hutan secara berlebihan bisa mengakibatkan erosi tanah, oasis berubah menjadi gurun pasir, pembuangan gas kotor dan air limbah dalam jumlah besar mengakibatkan parahnya polusi udara serta mutu air dan sebagainya, bersamaan dengan majunya teknologi manusia, ruang hidup manusia malah sedang menyusut, lingkungan ekologi terus memburuk, telah mencapai pada tahap yang bahaya. Ini adalah sebuah proses yang lambat, ia dapat menimbulkan bencana lokal, juga dapat menimbulkan bencana besar.

Ketiga, memahami dari tingkat yang lebih tinggi, "alamiah" adalah tidak eksis, namun bencana alam juga ada sebabnya. Namun, bukan karena manusia telah memiliki peradaban tinggi lalu musnah. Mungkin ia adalah suatu akibat yang tak terlelakkan, dan bencana alam hanya tercermin dalam masyarakat manusia kita ini. Manusia sama sekali bukan berasal dari evolusi kera, jiwa manusia yang sebenarnya terjadi di alam semesta. Alam semesta telah menciptakan kehidupan, sekaligus menetapkan kehidupan (termasuk manusia) sesuai dengan standar sebagai manusia. Apabila moralitas manusia telah menjadi bobrok dan hanya memikirkan dirinya sendiri, alam juga akan menunjukkan tanda-tandanya.

Pada zaman dahulu, tingkat moralitas manusia secara umum sangat tinggi, waktu itu tidak ada hukum apa pun, yang ada hanya sebuah hukum kerajaan, apa yang dikatakan dan diperbuat manusia semuanya diukur dengan moralitas, sedangkan hukum kerajaan pada dasarnya adalah sebuah hukum yang bagaimana semestinya menjatuhkan hukuman pada semua individu yang melanggar moral tersebut, dan bagaimana seyogianya memberikan penghargaan jika telah mempertahankan moral. Dulu pejabat kabupaten yang memutuskan perkara itu sangat sederhana, yaitu menggunakan moralitas sebagai kriteria untuk memutuskan perkara, memutuskan benar atau salah, kemudian memberikan penghargaan atau hukuman. Jelas, masa luhurnya moralitas manusia, hukum adalah eksis untuk melindungi moral (prinsip langit). Maka, orang yang bijaksana pada zaman dahulu sangat percaya akan prinsip "Tuhan memberi kekuasaan kepada pemimpin", bila pemimpin melanggar prinsip langit, kekuasaan pemimpin juga akan ikut jatuh.(*)

Berbagai Ramalan Kiamat yang Tidak Terbukti


Munculnya film 2012 yang didasari ramalan kiamat dari kalender Maya membuat banyak orang membicarakan zaman akhir. Banyak yang menganggap ramalan itu sesat. Namun, ada juga yang sedikit percaya. Walau demikian, ternyata ramalan tentang kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan sudah sering diungkapkan. Sepuluh di antaranya— yang kemudian terbukti meleset— adalah:

1. Ayam Peramal dari Leeds, 1806

Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa zaman akhir hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Namun, mungkin "nabi" yang paling aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan "Kristus akan datang". Seiring menyebarnya kabar mujizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.

2. Kaum Millerite, 23 April 1843

Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan, lalu sebagian dari mereka membentuk gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist).

3. Armageddon/Kiamat kaum Mormon, 1891 atau sebelumnya

Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.

4. Komet Halley, 1910

Tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang dicetak di halaman depan koran The New York Times dan sejumlah koran lainnya, yang mengakibatkan menyebarnya kepanikan di seluruh AS dan di negara lainnya. Akhirnya, para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut dikhawatirkan.

5. Pat Robertson, 1982

Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson, mengejutkan dan menakuti banyak orang ketika ia menyatakan dalam acara TV-nya, "700 Club", kepada pemirsa di seluruh dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir (padahal dalam Alkitab sendiri di Matius 24:36 tentang kiamat dinyatakan "Tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, bahkan malaikat-malaikat di surga tidak tahu"). "Saya menjamin bahwa pada tahun 1982 akan ada penghakiman dunia," kata Robertson.

6. Heaven's Gate, 1997

Ketika komet Hale-Bopp muncul tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu. Hal itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus), isu ini sempat disiarkan dalam acara radio "Coast to Coast AM" yang dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu kultus pemercaya UFO (unidentified flying object yang dianggap pesawat alien) di San Diego yang menamakan diri Heaven's Gate untuk memercayai bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret 1997.

7. Nostradamus, Agustus 1999

Karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris tulisannya menyebutkan, "Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit datang raja besar teror." Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.

8. Y2K, 1 Januari 2000

Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker. Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.

9. 5 Mei 2000

Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi, maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster di tahun 1997. Menurut Noone, massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu dan bumi belum beku, tetapi buku itu malah "panas" di pasaran. Mungkin juga, pemanasan global mencegah terulangnya zaman es itu.

10. God's Church Ministry, musim gugur 2008

Menurut pendeta dari God's Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba, lagi. Bukunya di tahun 2006, 2008: God's Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, "paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi," dan buku itu juga mencatat, "Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan."

Nah, kesepuluh ramalan itu tidak terjadi sehingga ada baiknya kita juga tidak khawatir berlebihan tentang ramalan akhir zaman tahun 2012. Bukankah banyak tulisan yang menyebutkan bahwa tidak seorang pun akan tahu waktunya?

Rabu, 25 November 2009

Misteri Gua di Bukit Katarina


Cerita Rakyat Asahan
Oleh Ki Gendheng & Adi Sunarto
Dimuat Majalah Misteri Edisi Desember 2007

Bukit Katarina adalah nama sebuah bukit kecil di kawasan Kelurahan Sei Renggas, Kec. Kisaran Barat, Kab. Asahan, Sumatera Utara. Lokasi ini tidak jauh dari RS. Ibu Kartini, dan berada di dalam areal HGU PT. Bakrie Sumatera Plantations (BSP) di tepi Sungai Silau. Oleh sebab itu, dibukit ini terdadapat tanaman pohon karet perkebunan milik PT. BSP. Nama bukit Katarina itu sendiri menurut cerita dari mulut kemulut diambil dari nama RS. Ibu Kartini yang dulunya sering disebut dengan nama RS. Katarina. Konon, untuk pertama kalinya dokter di RS itu bernama Dokter Chatherine yang ditugaskan dari negeri Belanda.

Jika dilihat sepintas, bukit Katerina merupakan gundukan tanah biasa yang tingginya mencapai kurang lebih 50 meter. Tempat ini sepertinya tidak terdapat hal-hal yang aneh atau luar biasa. Bahkan, ketika terjadi gempa Nias, Sumatera Utara pada malam hari, sekitar pukul 23.00 wib, beberapa tahun yang lalu, terdengar pula isu tsunami di wilayah Asahan. Tak ayal, bukit Katerina menjadi tujuan masyarakat Kisaran dan sekitarnya sebagai tempat mengungsi. Sehingga bukit tersebut penuh sesak dengan warga masyarakat. Padahal isyu tsunami hanya isapan jempol, yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan suasana keruh dengan maksud agar masyarakat dilanda kepanikan.

Memang, tidak banyak yang tahu bahwa ternyata bukit Katerina menyimpan misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan. Bagi seorang yang memiliki kemampuan spiritual linuwih, atau yang memiliki indera keenam, pasti akan meresakan sesuatu yang berbeda bila melawati temoat ini.

Menurut kisah yang sudah ada sejak turun-temurun, pada sekitar abad XVII, bukit Katerina adalah tempat bertempurnya panglima perang kerajaan Cina dengan Raja Maria Pane ke-7 dari Buntu Pane Asahan, bernama Datuk Daurung. Kemudian setelah bertarung adu kesaktian, tidak ada yang kalah dan menang, maka masing-masing mengeluarkan aji pamungkas, yaitu menjelma menajdi seekor ular naga dan ikan dundung. Keduanya lalu terjun ke sungai Silau. Mereka bertempur dengan mengandalkan kesaktian masing-masing. Akan tetapi, ular naga jelmaan Panglima Perang Cina dapat dipukul jatuh, tertusuk sanai (patil) dari ikan dundung jelmaan Datuk Daurung. Naga itu meraung-raung menahan sakit dan menggelepar, yang akhirnya terkulai hanyut dan terkapar di hilir sungai Silau tidak seberapa jauh dari bukit itu. Setelah ratusan tahun kemudian, menurut cerita secara turun temurun dan sudah menjadi semacam legenda di masyarakat, ular naga jelmaan Panglima Perang Cina siuman dari pingsannya yang cukup lama. Diiringi hujan lebat, petir sambung menyambung sehingga terjadilah banjir besar.

Kemudian ular naga tersebut berkisar-kisar (berenang-renang) dan menghanyutkan diri menelusuri Sungai Silau sampa sungai Asahan di kota Tanjung Balai). Selanjutnya menuju ke Selat Malaka.

Perkampungan di kawasan tempat naga berkisar tersebut akhirnya disebut dengan nama Kampung Kisaran Naga. Sekarang menjadi Kelurahan Kisaran Naga dan kota yang berada di dekat sungai Silau disebut dengan nama Kisaran, sebagai ibukota Kabupaten Asahan.
Memang, hingga saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti, kapan perkampungan itu mulai disebut dengan nama Kisaran Naga, demikian juga nama Kisaran.

Kembali ke bukit Katerina, Tim Jelajah Misteri mendapat penjelasan dari Sukino, seorang buruh kebun Tanah Raja yang pernah menjalani rawat inap selama 14 hari di RS, Ibu Kartini pada tahun 1971.

Sukini berkisah. Saat itu, kebetulan malam Jum’at. Dia bermimpi didatangi seorang laki-laki gagah perkasa berpakaian seragam kebesaran Cina. Kemudian diajak masuk ke istana di bawah bukit Katerina.

Bibir Sukino berdecak kagum karena istana tersebut sangat indah, diterangi lampu-lampu gemerlapan, dengan hiasan istana bertatahkan ratna mutu manikam.

Kepada Misteri, Sukino menceritakan. Dirinya disambut cukup hormat oleh punggawa dan dayang-dayang istana. Kemudian dipersilahkan duduk di atas permadani lembut. Distu talah tersedia pula bermacam ragam makanan yang tampaknya cukup lezat dan mengundang selera makan.

“Selama berada di istana gaib di bawah Bukit Katerina, rasanya saya tidak ingin pulang karena suasana di ruangan itu sangat indah dan nyaman. Apalagi didampingi wanita-wanita muda belia yang cantik rupawan,” cerita Sukirno.

Namun, ketika akan mengambil makanan yang terhidang, tiba-tiba seperti ada kekuatan gaib yang menarik tubuhnya ke luar dari istana. Di saat itulah, dia terbangun dan yang ada hanya ruangan rumah sakit yang sepi. Hanya ditemani beberapa orang pasien lain yang tertidur pulas.
Jam dinding menunjukkan 03.15 wib. Sukirno merasa bersyukur tidak sempat menyantap makanan di istana itu. “Jika tidak, mungkin saya akan terus berada di bawah bukit Katerina menjadi budak dedemit yang tidak lain adalah makhluk halus penjaga Gua Bukit itu,” tambahnya mengenang mimpi 36 tahun silam itu.

April lalu, Misteri bersama Adi Sunarto coba menelusuri lebih jauh kemisteriusan gua di bukit Katerina itu, dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana keangkerannya. Di perapatan Simpang Kartini, persisnya persimpangan jalan Lintas Sumatera menuju kota Pematang Siantar, kami berhenti makan di sebuah warung kecil. Tak lama kemudian, datang seorang lelaki tua yang kami taksir berusia hampir 80-an, singgah di warung yang sama. Bahkan kami diajak mampir ke rumahnya.

Tawaran kakek Samudi, demikian kami memanggilnya, untuk mampir, tentu tidak kami sia-siakan.

“Mungkin dari kakek tua itu kita mendapat informasi tentang misteri Bukit Katerina,” ujar Adi Sunarto.

Kakek Samudi mengendarai sepeda bututnya, sementara kami mengendarai sepeda motor menuju rumahnya.

“Bila sudah lihat rumah kecil berdinding papan, atap nipah dan di depannya ada pohon bunga kenanga, di sebelah kiri jalan, itulah rumah saya,” kata kakek Samudi sambil mengayuh sepedanya.

Sudah tentu kami melaju lebih dahulu meninggalkan kakek tua itu. Akan tetapi, kami tak habis pikir, setelah kami melihat sebuah rumah tua dan sederhana seperti dijelaskan kakek Samudi, ternyata orang tua itu sudah menunggu di depan pintu. Sepeda bututnya disandarkan di sebuah tunggul pohon kelapa di samping rumahnya.

Misteri dan Adi Sunarto hampir tidak percaya apakah yang ada di depan pintu adalah benar kakek tua itu adanya. Adi Sunarto membelokkan motornya ke rumah tua itu. Dan benar, yang sudah menanti kedatangan kami di depan pintu adalah kakek Samudi.

Misteri bertanya dalam hati, ilmu apa yang digunakan kakek tua itu hingga dapat mendahului kendaraan yang kami naiki? Sementara kami sendiri tidak melihat kapan dia mendahului kami.

“Silahkan masuk ke gubuk saya!” Ajak kakek Samudi mempersilakan.
Masih dengan rasa heran bercampur takjub, kami masuk ke rumah sangat sederhana berukuran 5x7 meter, dinding papan yang sudah lapuk, lantai tanah dan atap nipah itu
Di ruang tamu yang kecil dan sempit, ada sepasang kursi rotan yang reot, di depannya terdapat sebuah meja terbuat dari papan yang sudah mulai dimakan rayap. Kami memandangi beberap foto kusam terpajang di dinding.

Ketika kami tengah asyik melihat foto sepasang pengantin sedang duduk di pelaminan, kakek Samudi tiba-tiba berujar, “Itu gambar kami sewaktu jadi pengantin.”

Tanpa peduli pada keterkejutan kami, dia lalu duduk sambil meletakkan tiga gelas air putih. Untuk menutupi keterkejutan kami, Adi Sunarto memuji foto kakek Samudi sewaktu masih muda. “Dulu waktu mudanya, kakek ganteng juga ya?” Kata sahabat Misteri itu.
Orang tua yang disebut dengan nama Samudi hanya tersenyum sambil mempersilahkan kami minum.

Hampir satu jam kami berbincang-bincang dengan kakek Samudi sekitar cerita Bukit Katerina. Dari kakek itu, kami mendapat keterangan bahwa bukit itu pernah dijadikan tempat pemujaan orang-orang Cina dengan membangun tapekong dipuncaknya, karena memang dianggap keramat dan memiliki daya magis cukup kuat.

Menurut kakek Samudi, di bawah bukit itu terdapat gua di dalam air berbentuk bangunan kuno. Tapi kakek tua ini tidak dapat menjelaskan tahun berapa gua itu mulai ada.
“Yang pasti goa itu sudah lama ada di sana!” Katanya.
“Apa kakek sudah pernah masuk ke gua itu?” Tanya Misteri.
Kakek Samudi mengerutkan keningnya yang keriput, lalu menjawab; “Saya pernah melakukan tapa brata di dalam gua itu, Nak, selama 40 hari,” ujarnya. Kakek tua yang mengaku datang dari Jawa Timur ke Sumatera Utara sebagai kuli kontrak itu, juga menceritakan bahwa pernah terjadi seorang laki-laki mati terbunuh di bukit itu. Tapi tidak diketahui siapa pembunuhnya. Laki-laki yang terbunuh dengan sangat mengenaskan. Kepalaya dipenggal hingga terpisah dari badannya.

Mendengar cerita kakek Samudi tentang orangmati terbunuh itu, Misteri teringat ketika suatu malam dibulan Suro tahun 2005, seorang penjual bandrek jatuh pingsan di samping gerobak jualannya.

Setelah sadar, dia menceritakan bahwa dia telah didatangi oleh orang yang ingin membeli bandreknya, akan tetapi alangkah terkejutnya karena di keremangan malam itu, dia hanya melihat orang itu hanya kepalanya saja tanpa badan.

Menjelang maghrib, kami baru keluar dari rumah gubuk kakek Samudi. Sebelum kami pamit, kakek tua itu berkata, “Kalau kalian mau menengok gua tadi, besok kalian bisa datang lagi supaya dapat melihat dari dekat. Tapi kalian tidak bisa masuk ke dalam gua itu tanpa saya. Karena gua itu cukup angker,” ujarnya.

Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan kakek Samudi, kami kembali berangkat ke rumah si kakek tua. Jujur saja, kami sangat tertantang dengan pengakuannya yang katanya sanggup menunjukkan gua di bawah bukit Katerina itu.

Akan tetapi, keanehan menimpa kami. Ketika tiba di kelurahan Sei Renggas, kami seperti orang kebingungan. Bagaimana tidak? Rumah kakek Samudi yang kemarin kami kunjungi tidak ada lagi di pertapakannya.

“Mungkin kita tersesat!” Kata Adi.
“Tak mungkin! Karena jelas sekali ini rumahnya, ditandai ada tunggul pohon kelapa di depan rumahnya,” jawab Misteri.

Akhirnya kami memutuskan untuk menanyakan kepada penduduk yang tinggal tidak jauh dari tempat kami mampir kemarin. Kami semakin bingung, karena menurut penjelasan salah seorang penduduk, selama ini tidak ada rumah di kawasan itu dan tak ada seorang kakek bernama Samudi. Jadi, siapa sebenarnya kakek itu? Sungguh mengherankan!
Dengan perasan kecewa bercampur heran, kami kembali dan memutuskan untuk mencari tahu tentang keberadaan Bukit Katerina yang masih mengandung misteri. Menjelang Dzuhur, kami sudah berada di bukit itu. Biarlah tak dapat masuk ke gua kaerna kakek Samudi tidak ada, asalkan bisa mengambil gambar mulut gua itu.

Adi Sunarto sudah standby denga kameranya menjepret Bukit Katerina dari jalan Lintas Kisaran-Pematang Siantar. Lalu kami turun sedikit melihat bibir sungai Silau untuk melihat gua di bawah bukit itu.

Akan tetapi, mulut gua itu tidak dapat kami lihat dengan jelas, karena bibir gua dari seberang sungai (dari Desa Tanjung Alam). Perjalanan dari Bukit Katerina ke Desa Tanjung Alam memakan waktu sekitar 20 menit.

Di Dusun II Desa Tanjung Alam, kami bertemu dengan Hartono yang dapat menunjukkan tempat yang strategis untuk dapat mengambil foto mulut gua dibawa bukit Katerina itu, karena lebar sungai hanya sekitar 30 meter saja.

Selain mengambil foto, terjadi peristiwa yang cukup aneh. Dalam keadaan antara sadar dengan tidak, kawasan di sekeliling tempat kami berdiri seketika berubah menjadi gelap. Kemudian perasaan kami digandeng oleh seorang laki-laki misterius berjalan di atas air sungai dan dalam tempo cukup singkat, kami telah sampai di mulut gua di bawah Bukit Katerina.
Misteri dan teman tak habis pikir, mengapa kami bisa berjalan di atas air seperti layaknya berjalan di atas tanah? Setibanya di pintu gua, orang tua misterius itu membawa kami masuk ke dalam gua yang gelap dan dingin.

Lelaki tua itu segera menyalakan obor yang diambil dari dinding gua. Cahayanya menyinari ruang di dalam gua itu. Kami sangat terperanjat, ketika dari sinar obor itu kami lihat wajah lelaki tua misterius itu ternyata adalah kakek Samudi.

Tanpa berkata-kata sedikitpun, kakek Samudi membawa kami mengelilingi gua yang dingin itu. Di sudut gua, kami melihat ada dua sinar bulat berwarna kuning keemasan. Bau harum menusuk hidung. Kakek Samudi yang berjalan di depan segera duduk bersila di hadapan sinar tersebut dan tanpa diperintah, kami mengikuti gerakan kakek tua misterius itu.
Ternyata sinar tersebut adalah sepasang mata dari sosok makhluk bermahkota yang duduk di atas altar batu. Tampaknya seperti kepala seekor ular besar. Rasa takut mulai timbul menyusul bulu roma kami yang berdiri tegak.

Kakek Samudi mulai buka bicara, “Ampun Paduka, dua orang ini adalah cucu hamba yang ingin mengetahui keberadaan gua ini. Mohonlah Paduka dapat memaafkan kelancangan mereka.” Entah mengapa, kakek Samdi menyabut makhluk itu dengan panggilan paduka.
“Ya, aku tahu sejak kemarin ada orang ingin tahu tentang gua ini. Tapi maksudnya baik,” jawab makhluk itu dengan suara berat menggetarkan ruangan gua. Bahkan, kelelawar hitam yang bergelantungan didinging gua berhamburan keluar, sambil bersuara gemuruh memekakkan telinga.

“Apa yang kalian cari?” Makhluk aneh itu bertanya kepada kami.
Adi Sunarto memandangi Misteri sejenak, kemudian memandangi wajah kakek Samudi. “Ampun, Paduka! Mereka berdua tidak mencari atau menginginkan sesuatu. Cucu hamba ini hanya ingin memastikan bahwa di bawah bukit ini memang benar ada sebuah gua, jadi mereka meminta hamba untuk membawa mereka kemari,” jawab kakek Samudi.
Gua di dalam air, di bawah bukit itu terasa semakin mencekam. Udara semakin dingin menusuk sumsum.

Makhluk aneh itu kembali bersuara. “Baiklah, akan tetapi jika ingin datang lagi, kalian harus membawa sesaji satu ekor ayam jantan berbulu wulung (hitam mulus), ari-ari dari bayi laki-laki yang lahir hari Jum’at Kliwon dan bunga macan kerah.

Ayam dan ari-ari, kalian cemplungkan ke air sungai Silau dan ketika itu kalian akan sampai ke mulut gua ini. Kemudian taburkan bunga macan kerah ke pintu gua dan dayang-dayangku akan mempersilhakan kalian masuk.” Ujarnya panjang lebar.

Tak lama kemudian, sinar mata makhluk itu meredup dan padam. Gua kembali menjadi gelap. Kakek Samudi memberi hormat, lalu berdiri dan berjalan menuju mulut goa. Kami mengikutinya dari belakang.

Anehnya, kami tidak sadar kapan kakek Samudi membawa kami keluar gua dan menyeberangi sungai seperti tadi, saat kami pergi.

Yang pasti, tiba-tiba saja kami sudah berada di seberang sungai, tempat kami tadi mengambil foto mulut gua itu. Bahkan yang tak kalah aneh, kakek Samudi pun tak ada bersama kami lagi.
Dalam kebingungan, kami mengingat-ingat pesan makhluk aneh tadi. Kalau ayam jago wulung dan kembang macan kerah amat mudah kami peroleh. Akan tetap tentang ari-ari jabang bayi laki-laki yang lahir pada hari Jum’at Kliwon, disamping sangat sulit juga tidak mungkin kami bisa mencarinya.

Matahari telah condong ke barat, sebab tanda hari sudah sore. Kami pun bergegas pulang dengan membawa pengalaman spiritual yang tak mungkin bisa kami peroleh lagi di tempat lainnya. Namun, ada sedikit penyesalan, mengapa kami tidak menanyakan kepada kakek Samudi siapa atau makhluk apa yang bersemayam di dalam gua di bawah bukit itu?
Misteri juga terlupa tidak menanyakan siapa sebenarnya kakek tua misterius yang mengaku bernama Samudi itu?

Hingga kini, gua di Bukit Katerina dan kakek Samudi tetap menjadi misteri yang entah kapan dapat terungkap.(*)

Senin, 23 November 2009

PARANORMAL ABAH RAHMAN




Melayani sampai tuntas : Problem rumah tangga, cinta, karir, jodoh. Dll. Dtg langsung atau jarak jauh hasil sama. Semua program bergaransi. Percayakan pada layanan Supranatural kami. Ilmu gaib yang digunakan berasal dari leluhur yang sudah teruji keampuhannya. Miliki dan buktikan segera.

1.      SUSUK CAIR PUTRI KERATON : Piranti gaib yang sangat ampuh kemampuannya, mampu membuat Anda tampil bagai selebriti.  Otomatis Anda akan jadi bintang di mana pun berada. Aman dipakai, tidak menghambat kematian. Membuka pintu rezeki seluas luasnya. Pengangan ampuh untuk Anda sang penakluk lawan jenis maupun sejenis.
2.      PELARISAN SERIBU MATA ANGIN : Miliki segera ajian pamungkas ini. Sangat ampuh digunakan untuk berdagang maupun berbisnis. Secara otomatis menarik rezeki dari arah mana saja.
3.      AJI LEBUR HUTANG : Berapapun hutang Anda asal mau membayar, akan luas jadinya. Kuncinya ikhlas dan sabar.
4.      MINYAK PELET NURAINI : Pelet ampuh yang membuat kasmaran. Baik untuk sejenis maupun lawan jenis. Sudah teruji.
5.      PENGUAT PENIS GAJAH MADA : Diramu dari bahan alami, membuat penis kuat, lama keluar dan tahan di setiap medan. Plus diberikan pijat terapi seksualitas.
6.      MINYAK PERAWAN DEWI BULAN : Membuat vagina empot empot, rapat, bagai perawan kembali.
7.      CREAM PEMUTIH WAJAH CLEOPATRA : Membuat wajah putih berseri, siang dan malam. Membuang kotoran ke akar akarnya. Sehingga Anda tampil bagai artis.
Kami juga melayani masalah perselingkuhan, suami/ istri  minggat, anak bandel. Juga pijat kesehatan dipadu dengan terapi sedot angin. Membuat badan segar bugar selalu. Ditangani terapis berpengalaman. Tiap pasien otomatis dijadikan keluarga.

Alamat Praktek :
Jln. Laksana Gg. Kadi No. 25, (Belakang Indomaret) Medan.
HP : 0813 7630 6023. Bank : Mandiri A/C 106-00-0509115-5 A/n Abdurrahman
http://paranormalabahrahman.blogspot.com